Rabu, 14 Januari 2015

IKLAN PRODUK BALSEM ( TUGAS SOFTSKILL )

IKLAN PRODUK BALSEM ( TUGAS SOFTSKILL )

  PENDAHULUAN
Iklan adalah sebuah komunikasi persuasif(persuasi) atau ajakan  yang mampu mengubah perilaku dan pikiran konsumen . Sebuah iklan diciptakan untuk dapat menggiring


pola pikir dan atau tindakan yang diharapkan oleh pembuat iklan. Daya pikat iklan dibangun untuk mengingatkan khalayak pada citraan tertentu. 
                                                       
            Pemasaran sering diartikan dengan penjualan. Pengertian pemasaran sebenarnya lebih luas dari kegiatan penjualan. Bahkan, penjualan adalah sebagian dari kegiatan pemasaran untuk menjalankan bisnis guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang ata
u jasa, menetapkan harga, mendistribusikan, serta mempromosikannya melalui prosses pertukaran agar konsumen dan mencapai  tujuan perusahaan. Target pemasaran mengakui keragamaan pelanggan dan tidak mencoba untuk menyenangkan semua dari mereka dengan menawarkan yang sama dan mereka mengindentifikasi segmen pasar yang berbeda-beda dan kebutuhan mereka. Contoh pemsaran sepeti sebuah iklan di televisi, radio, atau media cetak.

             
 TUJUAN 
            Tujuan kegiatan pemasaran bukanlah sederhana dan sepihak (untuk kepuasan konsumen saja). Tetapi tujuan sebenarnya adalah kepentingan perusahaan juga. Konsumen yang puas karena kebutuhannnya terpenuhi akan merupakan pelanggan yang menguntungkan perusahaan. Dengan kata lain, tujuan perusahaan akan di capai melalui pencapaian tujuan konsumen. Tetapi tujuan utama dari produk ini adalah supaya masyarakat indonesia tidak tergantung dengan obat obat warung yang memang belum jelas khasiatnya selain itu juga mejaga agar masyarakat indonesia tidak sering minum obat walaupun hanya untuk penyakin yang tidak terlalu parah .
Contohnya : iklan balsem yang diiklankan di semua media yang mudah di lihat para konsumen dan mudah penggunaanya .


Pembahasan balsem 
adalah suatu produk, dengan konsep yang simple tetapi memberikan efek yang sangat baik bagi keluarga Indonesia. Dilihat dari iklannya, segmen yang dibidik adalah semua golongan . baik golangan atas menengah maupun bawah produk ini memang sengaja dikemas dan di rintis sesuai dengan kemampuan dan kepada kepentingan konsumennya. Sehingga di pasar terdapat beragam jenis balsem mulai dari tipe kemasan kecil maupun kemasan besar dan juga kemasan yang terbuat dari bahan plastik maupun kemasan yang dibuat dari bahan beling ataupun kaca dan memang perusahaan membuat yang sangat simple yang bisa dibawa kemana saja kita pergi sangat efektif juga bagi konsumen yang sering melakukan perjalanan.
Usia                             : Dewasa dan Anak-anak diatas umur 5 tahun keatas
Gender                        : Untuk Laki-laki dan perempuan
Harga                          : Balsem: @besar Rp.8.000.-
                                                        @kecil Rp.4500.-   --> produk plastik
                                     Ada dua macam produknya yang kemasanya berbeda adayang  terbuat dari plastik dan ada juga  yang terbuat dari kaca dan memang yang kaca harganya lebih mahal : @ besar Rp.12.000.-
                                                       : @kecil  Rp.6.000.- -->   produk dari kaca  
 CONTOH PRODUK







Konsep Pemasaran
Pengenalan konsep pemasaran, di mulai dengan konsep produksi, konsep penjualan, dan perubahan yang diharapkan untuk bergesar ke konsep pemasaran melalui iklan , media masa , media televisi dan lain sebagainya.
Ada banyak kegunaan ataupun kasian yang diberikan produk ini kepada konsumen
KASIAT dari balsem    :  
-       Membantu meringankan nyeri otot ataupun pegal-pegal diseluruh tubuh membantu meregangkan otot-otot yang kaku
-    mambantu meredakan pusing atau pening
-    membantu saat tubuh kita keseleo,nyeri sendi,salah urat,keram
-    membantu jika anda menderita sesak napas
-    membantu anda jika sedang dalam perjalanan atau juga mabuk jalan         
Macam- macam produk balsem    :
-       Balsem yang hijau di khusus kan bagi anda yang memang tidak tahan dengan efek panas yang didapatkan dari balsem tersebut
-   Balsem biru khusus bagi penderita nyeri otot yang memang tahan dengan efek panas yang memang cukup membuat kita merasakan panas yang begitu besar , tetapi produk balsem hijau ini lebih di khusus kan bagi para pria  

       Ingredients: mentolà155 mg
                          :eucalyptusà195 mg
                          :melthyl salicylateà80 mg
                          :camphorà40 mg

Cara penggunaan : cukup gunakakan jari anda untuk mengambilnya sebesar biji jagung kemudian oleskan kebagian tubuh yang akan anda oleskan dan jika kurang bisa dilakukan berkali kali hingga mencapai angka kebutuhan

Cara penggunaan bagi anak anak : cukup sebesar biji jagung kemudian oleskan .

PENUTUP

KESIMPULAN
Iklan selain sebagai pembangkit brand aware juga adalah sebuah seni tontonan. Di dalamnya terdapat citraan-citraan yang menghibur, menimbulkan dampak yang dimanuver oleh pengiklan sesuai dengan kepentingannya. Khalayakpun mengikuti rekayasa dan simulasi masyarakat citraan ini. Batas antara citraan dengan realitas sangat absurd. Realitas adalah simulasi, rekayasa dan citraan. Atau sebaliknya, image yang mengikuti dinamika komunitas. Khalayak secara terstruktur mengalami beragam kejutan sebagai konsekuensi dari komunitas kontemporer. Iklan tidak dapat dilepaskan dari media, dan masyarakat terbentuk dari ekspresi media. Televisi terutama, dilihat dari karakternya sebagai media paling dapat mempengaruhi khalayak secara cepat, sayangnya para pelaku tidak menjadikan televisi sebagai media hiburan dan media paling edukatif sekaligus. Balsem sebagai obat yang sangat berguna untuk seluruh keluarga Indonesia pasarnya melalui media televisi lewat pendekatan citraan konflik sebagai benang merah brand aware-nya. Padahal terbuka kemungkinan khalayak kurang memahami konsep pendekatan iklannya

Rabu, 26 November 2014

Definisi Iklan dan Jenis Iklan (Softkill)

1.    Definisi Iklan
                  Menurut Kotler (2002:658), periklanan didefinisikan sebagai bentuk penyajian dan promosi ide, barang atau jasa secara nonpersonal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran.
Menurut Rhenald Kasali (1992:21), secara sederhana iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan oleh suatu masyarakat lewat suatu media. Namun demikian, untuk membedakannya dengan pengumuman biasa, iklan lebih diarahkan untuk membujuk orang supaya membeli.
Menurut PPPI dalam situsnya, terdapat definisi bahwa periklanan sebagai segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan melalui suatu, dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal, serta ditujukan untuk kepada sebagian atau seluruh masyarakat.
Secara umum, iklan merupakan suatu bentuk komunikasi nonpersonal yang menyampaikan informasi berbayar sesuai keinginan dari institusi/sponsor tertentu melalui media massa yang bertujuan memengaruhi/mempersuasi khalayak agar membeli suatu produk atau jasa. 
                 Definisi atau pengertian iklan menurut KBBI adalah “berita atau pesan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan.” Dari definisi diatas, terdapat beberapa komponen utama dalam sebuah iklan yakni “mendorong dan membujuk”.
Sedangkan Kata iklan (advertising ) berasal dari bahasa Yunani, yang artinya kurang lebih adalah'menggiring orang pada gagasan'. Adapun pengertian iklan secara komprehensif adalah "semua bentuk aktivitas untuk menghadirkan dan mempromosikan ide, barang,atau jasa secara nonpersonal yang dibayar oleh sponsor tertentu..." Secara umum,iklan berwujud penyajian informasi nonpersonal tentang suatu produk, merek, perusahaan, atau toko yang dijalankan dengan kompensasi biaya tertentu. Dengandemikian, iklan merupakan suatu proses komunikasi yang bertujuan untuk membujuk atau menggiring orang untuk mengambil tindakan yang menguntungkan bagi pihak  pembuat iklan.
 Jenis - Jenis Iklan

1.    Karakteristik Iklan
Iklan memiliki beberapa karakteristik, antara lain:
a.    Suatu bentuk komunikasi yang berbayar.
b.    Nonpersonal komunikasi.
c.    Menggunakan media massa sebagai massifikasi pesan.
d.    Menggunakan sponsor yang teridentifikasi.
e.    Bersifat mempersuasi khalayak.
f.    Bertujuan untuk meraih audiens sebanyak-banyaknya.


3.    Jenis Iklan
Berdasarkan tujuannya, iklan diklasifikasikan menjadi 3 jenis, yakni:
a.    Iklan Informatif (Informative Advertising)
Iklan ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
-    Bertujuan untuk membentuk atau menciptakan kesadaran/pengenalan dan pengetahuan tentang produk atau fitur-fitur baru dari produk yang sudah ada.
-    Menginformasikan perubahan harga dan kemasan produk.
-    Menjelaskan cara kerja produk.
-    Mengurangi ketakutan konsumen.
-    Mengoreksi produk.
b. Iklan Persuasif (Persuasive Advertising)
        Iklan ini mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:
-    Bertujuan untuk menciptakan kesukaan, preferensi dan keyakinan sehingga konsumen mau membeli dan menggunakan barang dan jasa.
-    Mempersuasif khalayak untuk memilih merk tertentu.
-    Menganjurkan untuk membeli.
-    Mengubah persepsi konsumen.
-    Membujuk untuk membeli sekarang.
c. Iklan Reminder (Reminder Advertising)
        Iklan ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
-    Bertujuan untuk mendorong pembelian ulang barang dan jasa.
-    Mengingatkan bahwa suatu produk memiliki kemungkinan akan sangat dibutuhkan dalam waktu dekat.
-    Mengingatkan pembeli dimana membeli produk tersebut.
-    Menjaga kesadaran akan produk (consumer’s state of mind).
-    Menjalin hubungan baik dengan konsumen.

4.    Contoh Iklan
a.    Iklan Informatif
-    Iklan Sony Ericsson Z550i
Iklan ini merupakan iklan informatif karena membentuk atau menciptakan kesadaran/pengenalan dan pengetahuan tentang produk atau fitur-fitur baru dari produk yang sudah ada.
-    Iklan Dji Sam Soe

Iklan ini juga tergolong sebagai iklan informatif karena menginformasikan kepada khalayak mengenai kemasan produk Dji Sam Soe yang baru, yakni kemasan 10 yang ditampilkan dengan tulisan berukuran besar. Tak lupa iklan ini juga berusaha meyakinkan kepada khalayak bahwa mutu produk tetap sama sejak tahun 1913, meskipun kemasan yang dihadirkan berbeda.
-    Iklan Coca Cola

Iklan ini tergolong iklan informatif karena memberitahukan kepada khalayak mengenai produk, kemasan serta harga yang terbaru. Selain itu juga mempromosikan kemudahan jika membeli produk yang baru tersebut.
b.    Iklan Persuasif
-    Iklan Samsung Slim Fit T
V
Iklan ini merupakan iklan persuasif karena berusaha mempersuasif khalayak untuk membeli TV merk Samsung dengan cara menginformasikan kualitas serta kelebihan-kelebihan yang dimiliki Samsung, sehingga khalayak dapat mengubah persepsinya mengenai TV merk lain dan menganggap Samsung lebih unggul.
-    Iklan Canon Printer PIXMA iP1200

Iklan ini juga tergolong iklan persuasif karena berusaha mempersuasif khalayak untuk membeli Canon Printer PIXMA iP1200 dengan cara menginformasikan keistimewaan yangbdimiliki produk ini.
c.    Iklan Reminder
-    Iklan Vita Zone

Iklan ini merupakan iklan reminder karena mengingatkan kepada khalayak bahwa Vita Zone memiliki kemungkinan akan sangat dibutuhkan dalam waktu dekat, yakni pada waktu bulan puasa ketika iklan ini dipublikasikan (iklan ini dipublikasikan pada 27 September 2006).
-    Iklan Hotel Santika Malang
Iklan ini juga merupakan iklan reminder karena mengingatkan kepada khalayak bahwa pelayanan yang ditawarkan Hotel Santika Malang memiliki kemungkinan akan sangat dibutuhkan dalam waktu dekat, yakni pada hari Valentine ketika iklan ini dipublikasikan (iklan ini dipublikasikan pada 8 Februari 2006). Selain itu juga mengingatkan khalayak dimana mendapatkan layanan tersebut.
-    Iklan Simpati Jitu

Iklan ini termasuk iklan reminder karena mendorong pembelian ulang barang dan jasa Simpati Jitu. Selain itu juga menjaga kesadaran akan produk (consumer’s state of mind), serta menjalin hubungan baik dengan konsumen dengan cara memberikan pelayanan serta tarif yang lebih murah kepada pelanggan Telkomsel, khususnya pengguna Simpati Jitu.

Alo Liliweri (1992) mempunyai pendapat sendiri tentang pembagian jenis-jenis iklan. Ia membaginya dalam dua kelompok besar, yaitu pembagian secara umum dan pembagian secara khusus.

 A. Pembagian Iklan Secara Umum



   1. Iklan Tanggung Jawab Sosial

Yaitu iklan yang bertujuan untuk menyebarkan pesan yang bersifat informatif, penerangan, pendidikan agar membentuk sikap warga sehingga mereka bertanggung jawab terhadap masalah sosial dan kemasyarakatan tertentu. Misalnya iklan anjuran dan iklan penggambaran sosial.



    2.Iklan Bantahan

Yaitu iklan yang digunakan untuk membantah atau melawan atas sesuatu isu yang merugikan dan memperbaiki citra seseorang, perusahaan atau merek yang tercemar akibat informasi yang tidak benar. Ciri khas iklan ini adalah menempatkan komunikator (bisa perorangan atau lembaga) sebagai pihak yang teraniaya atau dirugikan oleh pihak lain. Tujuan dari iklan bantahan antara lain: mengeliminasi iklan yang tidak benar dan tidak menguntungkan; meluruskan (membelokkan) isu tersebut pada porsi yang benar, sesuai dengan maksud perusahaan; membangun simpati khalayak; membangun opini publik bahwa perusahaan berada pada posisi yang benar.



    3.Iklan Pembelaan

Iklan ini merupakan ‘lawan’ dari iklan bantahan. Bila iklan bantahan si pengiklan berada pada posisi membantah, maka dalam iklan pembelaan, komunikator justru berada dalam posisi membela komunikator. Tujuan dari iklan ini adalah memperoleh simpati dari khalayak bahwa perusahaan berada dalam posisi yang benar. Contoh yang biasanya ditemunkan tentang iklan jenis ini adalah iklan yang terkait dengan hak paten.



    4.Iklan Perbaikan

Yaitu iklan untuk memperbaiki pesan-pesan tentang sesuatu hal yang terlanjur salah dan disebarluaskan melalui media. Istilah lain iklan ini adalah iklan ralat atau iklan pembetulan. Iklan ini bertujuan untuk meralat informasi yang salah, sehingga publik tetap mendapatkan informasi yang benar. Sisi negatif iklan ini adalah dengan menyampaikan iklan perbaikan, terkesan bahwa pengiklan tidak cermat dalam perencanaan tentang sesuatu, sehingga kredibilitas pengiklan akan turun.



    5.Iklan Keluarga

Yaitu iklan dimana isi pesan-pesannya merupakan sebuah pemberitahuan dari pengiklan tentang terjadinya suatu peristiwa kekeluargaan kepada keluarga/khalayak lainnya. iklan keluarga biasanya lebih banyak berbentuk iklan kolom dan display, tidak banyak berisi ilustrasi gambar, dan lebih mengandalkan pesan tertulis. Contoh iklan ini adalah iklan tentang kematian, pernikahan, wisuda, dan lain-lain.

    B. Pembagian Iklan Secara Khusus

    Berdasarkan Media yang Digunakan

Secara umum pembagian iklan berdasarkan media yang digunakan terbagi dua, yaitu iklan above the line dan iklan below the line.

    Iklan media above the line adalah media yang bersifat massa. Massa yang dimaksud adalah bahwa khalayak sasaran berjumlah besar dan menerpa pesan iklan secara serempak. Media yang termasuk kategori above the line yaitu: surat kabar, majalah, tabloid, televisi, film, radio, dan internet.
    Iklan below the line adalah iklan yang menggunakan media khusus. Yang termasuk media-media below the line adalah: leaflet, poster, spanduk, baliho, bus panel, bus stop, point of purchase (POP), sticker, shop sign, flayers, display, dan lain-lain.

Selain berdasarkan kategori umum, iklan juga dibagi dalam kategori khusus berdasarkan jenis media yang dipakai. Berdasarkan media yang digunakan, iklan dapat dibagi dalam beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:



    Iklan Cetak

Yaitu iklan yang dibuat dan dipasang dengan menggunakan teknik cetak, baik cetak dengan teknologi sederhana maupun teknologi tinggi. Beberapa bentuk iklan cetak yaitu: iklan cetak surat kabar, ikaln cetak baliho, iklan cetak poster, iklan spanduk, dan lain-lain. Berdasarkan luas space yang dipakai, khusus untuk media cetak suratkabar, majalah, dan tabloid, iklan-iklan dalam media ini dikenali dalam tiga bentuk iklan, yaitu:

    Iklan Baris

Iklan ini disebut dengan iklan baris karena pesan yang dibuat hanya terdiri dari beberapa baris kata/kalimat saja dan biaya yang dikenakan dihitung perbaris, dan harganya relatif murah. Biasanya iklan baris ini tidak lebih dari 3-4 baris dengan luas tidak lebih dari satu kolom.  Bahasa yang digunakan dalam iklan baris umumnya singkat, penuh makna, dan sangat sederhana. Barang yang diiklankan dalam iklan baris sangat beragam, meliputi barang, jasa, ucapan syukur, ucapan selamat, mencari jodoh, dan lain sebagainya.

    Iklan Kolom

Iklam kolom memiliki lebar stu kolom, namun lebih tinggi dibanding iklan baris. Selain pesan verbal tertulis, dimungkinkan ula pesan nonverbal sebagai ilustrasi gambar, simbol, lambang maupun tanda-tanda visual lainnya walu tidak terlalu bervariasi dan sangat terbatas. Contoh iklan ucapan selamat, duka cita, menawarkan barang dan jasa, pendidikan, panggilan (terhadap seseorang, lelang, dsb), peringatan (dagang paten, dsb), undangan terbuka, serta lowongan kerja.

    Iklan Advertorial

Iklan yang berkesa sebagai sebuah berita. Dalam tatarama periklanan Indonesia, iklan dengan tnik ini diharuskan diberi keterangan “advertorial” atau “iklan” untuk membedakannya dengan berita.Isi pesan advertorial ini sangat beragam antara lain: iklan layanan pengobatan alternatif, kesehatan, jasa penyelenggaraan even, wisata, nstitutonal advertising, dan sebagainya. Bila dipasag oleh pemerintah, biasanya berisi pesan tentang pariwisata, perkembangan daerah, potensi alam, menggugah kesadaran berpartisipasi dalam pembangunan, pendidikan, kesetiakawanan sosial, tertib dan sadar ukum, dsb.

    Iklan Display

Lebih luas dari iklan klom sehingga dapat mendisplay (memperlihatkan) ilustrasi berupa gambar-gambar baik foto maupun grafis dalam ukuran yang lebih besar disampng pesan verbal tertulis Umumnya digunakan oleh organisasi baik bisnis maupun sosial. Misalnya iklan penjualan barang maupun jasa, ucapan selamat, pemberitauan, permintaan maa, peringatan dagang, dsb. Ia dapat dilakukan oleh swasta maupun pemerinta, organisasi sosial kemasyarakatan, pribadi dan keluarga. Untuk pemasangan pribadi dan keluarga misalnya berupa iklan duka cita , iklan ucapan selamat, permintaan maaf, dsb.



    Iklan Elektronik

    Iklan Radio

Iklan yang dipasang melalui media radio. Iklan radio memiliki karakteristik yang khas yaitu hanya dapat didengar melelui audio (suara) saja yang merupakan perpaduan dar kata-kata (voice), musik dan sound effect.

    Iklan Televisi

Televisi merupakan salah satu media yang terasuk dalm kategori above the line Iklan televisi mengandun unsu suara, gambar dan gerak.
 
2.Berdasarkan Tujuan
        Iklan Komersial

Disebut pula iklan bisnis bertujuan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi, taanya peningkatan penjualan dimana sasaran pesan yang dituju adalah untuk seseorang atau lembaga yang akan mengolah dan atau menjual produk yang diiklankan tersebut kepada konsumen akhir. Iklan komersial dapat dibagi dalam tiga jeis iklan, yaitu iklan untuk konsumen, untuk bisnis dan iklan untuk pofesional.

    Iklan Non Komersial( Iklan Layanan Masyarakat)

Iklan yang digunakan untuk menyampaikan informasi, mempersuasi atau menidik khalayak dimana tujuan akhir bukan keuntungan ekonomi melainkan keuntungan sosial


3.Berdasarkan Bidang Isi Pesan
        Iklan Politik
        Iklan Pendidikan
        Iklan Kesehatan
        Iklan kecantikan dan perawatan tubuh
        Iklan Pariwisata
        Iklan hiburan
        Iklan Olah Raga
        Iklan Hukum
        Iklan Lowongan Pekerjaan / Recruitment
        Iklan Duka Cita
        Iklan Perkawinan
        Iklan Makanan dan Minuman
        Iklan Otomotif
        Iklan lingkungan Hidup
        Iklan Media
 
4.Berdasarkan Komunikatornya
        Iklan Personal
        Iklan Keluarga
        Iklan instusi
 
5. Berdasarkan cakupan / wilayah sasarannya
        Iklan Lokal

Iklan yang cakupan khalayak sasaran yang dituju hanya berada di wilayah local, misalnya pedesaan atau perkotaan, atau suatu kabupaten saja. Biasa dilakukan oleh toko kecil, salon sekolah dasar, taman kanak-kanak, di mana target khalayaknyan tinggal di wilayah sekitar.

    Iklan Regional

cakupan khalayaknya lebih dari satu wilayah local, namun terlalu jauh untuk disebut dengan wilayah nasional, misal Prov. Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dsb.

    Iklan Nasional

Iklan yang target konsumennya berada di seluruh wilayah suatu negara.

    Iklan Internasional

Iklan yang membidik khalayaknya yang menjangkau trans nasional atau lebih dari satu negara.



 6.Berdasarkan Fungsinya
    Iklan Informasi
Menitikberatkan isinya sebagai sebuah informasi untuk khalayak.

    Iklan Persuasi

Menitikberatkan pada upaya mempengaruhi khalayak untuk melakukan sesuatu.

    Iklan Mendidik

Menitikberatkan pada tujuan mendidik khalayak, agar khalayak mengerti dan mempunyai pengetahuan terhadap sesuatu.

    Iklan Parodi/Hiburan

Dibuat untuk keperluan hiburan semata
.
 

PENGERTIAN BAHASA IKLAN :
IKLAN berasal dari kata Yunani yang artinya “ mengiring orang pada gagasan “, dan secara komprehensip “ semua bentuk aktivitas untuk memperkenalkan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara non personal tentang suatu produk, merek, perusahaan, atau toko sekalipun”. Iklan diartikan sebagai usaha manusia dalam menyampaikan gagasan, produk atau jasa, yang ditujukan pada sasaran tertentu, melalui media massa, yang mengharapkan keuntungan tertentu, dan memiliki sponsor yang jelas. Menurut Shimp (2000), Iklan merupakan suatu investasi ekonomis, dan bagi kebanyakan perusahaan dan organisasi non profit, iklan merupakan sebuah investasi yang dianggap sangat menguntungkan. Iklan memakai bahasa visual yang membawa bentuk ikon, simbol, dan bahasa tubuh (mimik, gerak-gerik, isyarat, suara, pakaian dan sikap). Bahasa visual kerap menggunakan komunikasi tatap muka (face to face communication).
            Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya. Dalam kaitan dengan kebahasaan, ternyata ada dua jenis bahasa yang harus dibedakan. Kedua jenis bahasa itu berkaitan dengan bahasa normatif dan bahasa deskriptif. Kedua jenis bahasa ini ternyata juga memiliki serbaneka laras bahasa komunikasi. Oleh karena itu, serbaneka laras bahasa komunikasi perlu mendapat perhatian, seperti laras jurnalistik, laras SMS (surat-menyurat singkat), laras iklan (aku dan kau suka dancow), laras prokem dan gaul.
Jadi dapat disimpulkan bahwa bahsa iklan itu adalah bahasa yang memiliki :
·      Menggugah : mencermati kebutuhan konsumen, memberikan solusi, dan memberikan perhatian.
·      Informatif : kata-katanya harus jelas, besahabat, komunikatif, dan tidak bertele-tele apalagi sampai mengabaikan durasi penayangan.
·      Persuasif : rangkaian kalimatnya membuat target audience nyaman, senang, tentram, dan menghibur.
·      Bertenaga gerak : komposisi kata-katanya menghargai waktu selama masa penawaran/masa promosi berlangsung.
·      Komunisuasif : memakai bahasa yang komunikatif dan persuasive.
·      Sugestif : Ungkapkan atau majas yang digunakan untuk memikat masyarakat.
·      Penyusunan secara singkat dan menonjolkan bagian-bagian yang dipentingkan.
Kesimpulan
berdasarkan definisi-definisi iklan diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa iklan adalah pesan singkat yang sifatnya membujuk/mendorong orang untuk melihat iklan tersebut karena pesan yang disampaikan secara singkat dengan menggunakan kata-kata ataupun tulisan yang menarik untuk dibaca/dilihat dan akhirnya pun khalayak akan tergiur untuk membaca barang/jasa yang diiklan kan itu. Apalagi ditambah dengan grafis-grafis yang bagus,unik,dan eye-catching bisa menjadi nilai plus untuk sebuah iklan itu sendiri.
Sumber : 

http://kangmoes.com/artikel-tips-trik-ide-menarik-kreatif.referensi-pengetahuan/pengertian-iklan.html
http://rellsafan.blogspot.com/2012/05/pengertian-iklan-dan-jenis-jenis-iklan.html
www.nu.or.id
http://notasimediaerni.wordpress.com/2011/03/18/jenis-jenis-iklan/